Alquran Online

Alquran-Indonesia.com

Quran Online terjemahan perkata,tajwid,latin dan asbabun nuzul
  • Jumlah Surat

    114

  • Jumlah Ayat

    6236

Huud / Makiah (11:6) / Juz: 12
وَمَا مِنۡ دَآ بَّةٍ فِى الۡاَرۡضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزۡقُهَا وَ يَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَا‌ؕ كُلٌّ فِىۡ كِتٰبٍ مُّبِيۡنٍ‏ ﴿۶﴾  

6. Dan tidak ada suatu binatang melata [709] pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya [710]. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh). [709] Yang dimaksud "binatang melata" di sini ialah segenap makhluk Allah yang bernyawa. [710] Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan "tempat berdiam" di sini ialah dunia dan "tempat penyimpanan" ialah akhirat. Dan menurut sebagian ahli tafsir yang lain maksud "tempat berdiam" ialah tulang sulbi dan "tempat penyimpanan" ialah rahim.

wamaa min daabbatin fii al-ardhi illaa 'alaa allaahi rizquhaa waya'lamu mustaqarrahaa wamustawda'ahaa kullun fii kitaabin mubiinin

Huud / Makiah (11:7) / Juz: 12
وَ هُوَ الَّذِىۡ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ فِىۡ سِتَّةِ اَ يَّامٍ وَّكَانَ عَرۡشُهٗ عَلَى الۡمَآءِ لِيَبۡلُوَكُمۡ اَيُّكُمۡ اَحۡسَنُ عَمَلًا ؕ وَلَٮِٕنۡ قُلۡتَ اِنَّكُمۡ مَّبۡعُوۡثُوۡنَ مِنۡۢ بَعۡدِ الۡمَوۡتِ لَيَـقُوۡلَنَّ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡۤا اِنۡ هٰذَاۤ اِلَّا سِحۡرٌ مُّبِيۡنٌ‏ ﴿۷﴾  

7. Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya [711], dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: "Ini [712] tidak lain hanyalah sihir yang nyata". [711] Maksudnya: Allah menjadikan langit dan bumi untuk tempat berdiam makhluk-Nya serta tempat berusaha dan beramal, agar nyata di antara mereka siapa yang taat dan patuh kepada Allah. [722] Maksud mereka mengatakan bahwa kebangkitan nanti sama dengan sihir ialah kebangkitan itu tidak ada sebagaimana sihir itu adalah khayalan belaka. Menurut sebagian ahli Tafsir yang dimaksud dengan kata "Ini" ialah Al-Qur'an ada pula yang menafsirkan dengan hari berbangkit.

wahuwa alladzii khalaqa alssamaawaati waal-ardha fii sittati ayyaamin wakaana 'arsyuhu 'alaa almaa-i liyabluwakum ayyukum ahsanu 'amalan wala-in qulta innakum mab'uutsuuna min ba'di almawti layaquulanna alladziina kafaruu in haadzaa illaa sihrun mubiinun

Huud / Makiah (11:8) / Juz: 12
وَلَٮِٕنۡ اَخَّرۡنَا عَنۡهُمُ الۡعَذَابَ اِلٰٓى اُمَّةٍ مَّعۡدُوۡدَةٍ لَّيَـقُوۡلُنَّ مَا يَحۡبِسُهٗؕ اَلَا يَوۡمَ يَاۡتِيۡهِمۡ لَـيۡسَ مَصۡرُوۡفًا عَنۡهُمۡ وَحَاقَ بِهِمۡ مَّا كَانُوۡا بِهٖ يَسۡتَهۡزِءُوۡنَ‏ ﴿۸﴾  

8. Dan sesungguhnya jika Kami undurkan azab dari mereka sampai kepada suatu waktu yang ditentukan. niscaya mereka akan berkata: "Apakah yang menghalanginya?" lngatlah, diwaktu azab itu datang kepada mereka tidaklah dapat dipalingkan dari mereka dan mereka diliputi oleh azab yang dahulunya mereka selalu memperolok-olokkannya.

wala-in akhkharnaa 'anhumu al'adzaaba ilaa ummatin ma'duudatin layaquulunna maa yahbisuhu alaa yawma ya/tiihim laysa mashruufan 'anhum wahaaqa bihim maa kaanuu bihi yastahzi-uuna

Imam Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis yang serupa melalui Juraij. Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadis melalui Ibnu Masud yang menceritakan, bahwa ada seorang laki-laki yang telah mencium perempuan bukan muhrimnya. Kemudian laki-laki itu datang kepada Nabi saw. lalu menceritakan semua yang dialaminya itu. Maka Allah menurunkan firman-Nya, "Dan dirikanlah salat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan dari malam hari. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan dosa perbuatan-perbuatan yang buruk." (Q.S. Hud 114). Selanjutnya laki-laki itu bertanya, "Apakah hal ini khusus bagi diriku saja?" Maka Nabi saw. menjawab, "Berlaku untuk umatku semuanya." Imam Tirmizi dan lain-lainnya meriwayatkan sebuah hadis melalui Abu Yusr yang menceritakan, aku kedatangan seorang wanita yang mau membeli buah kurma. Lalu aku katakan kepadanya, bahwa di dalam rumah terdapat buah-buah kurma yang lebih baik daripada yang di luar. Kemudian wanita itu masuk ke dalam rumah bersamaku, dan (sesampainya di dalam rumah) aku peluk dia dan kuciumi. Setelah peristiwa itu aku menghadap kepada Rasulullah saw. dan menceritakan semua kisah yang kualami itu kepadanya. Maka Nabi saw. bersabda, "Apakah engkau berani berbuat khianat seperti itu terhadap istri seorang mujahid yang sedang berjuang di jalan Allah?" Selanjutnya Rasulullah saw. menundukkan kepalanya dalam waktu yang cukup lama hingga Allah swt. menurunkan wahyu-Nya kepadanya, yaitu: "Dan dirikanlah salat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang)......," sampai dengan firman-Nya, "Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat." (Q.S. Hud 114). Hadis yang serupa telah disebutkan pula dengan melalui hadisnya Abu Umamah, Mu'adz bin Jabal, Ibnu Abbas, Buraidah dan para sahabat lainnya. Hadis-hadis mereka telah disebutkan secara lengkap di dalam kitab Turjumanul Quran.

Huud / Makiah (11:9) / Juz: 12
وَلَٮِٕنۡ اَذَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ مِنَّا رَحۡمَةً ثُمَّ نَزَعۡنٰهَا مِنۡهُ‌ۚ اِنَّهٗ لَيَـــُٔوۡسٌ كَفُوۡرٌ‏ ﴿۹﴾  

9. Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.

wala-in adzaqnaa al-insaana minnaa rahmatan tsumma naza'naahaa minhu innahu layauusun kafuurun

Huud / Makiah (11:10) / Juz: 12
وَلَٮِٕنۡ اَذَقۡنٰهُ نَـعۡمَآءَ بَعۡدَ ضَرَّآءَ مَسَّتۡهُ لَيَـقُوۡلَنَّ ذَهَبَ السَّيِّاٰتُ عَنِّىۡ‌ ؕ اِنَّهٗ لَـفَرِحٌ فَخُوۡرٌۙ‏ ﴿۱۰﴾  

10. Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata: "Telah hilang bencana-bencana itu daripadaku"; sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga,

wala-in adzaqnaahu na'maa-a ba'da dharraa-a massat-hu layaquulanna dzahaba alssayyi-aatu 'annii innahu lafarihun fakhuurun

Huud / Makiah (11:11) / Juz: 12
اِلَّا الَّذِيۡنَ صَبَرُوۡا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِؕ اُولٰٓٮِٕكَ لَهُمۡ مَّغۡفِرَةٌ وَّاَجۡرٌ كَبِيۡرٌ‏ ﴿۱۱﴾  

11. kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.

illaa alladziina shabaruu wa'amiluu alshshaalihaati ulaa-ika lahum maghfiratun wa-ajrun kabiirun

Huud / Makiah (11:12) / Juz: 12
فَلَعَلَّكَ تَارِكٌۢ بَعۡضَ مَا يُوۡحٰٓى اِلَيۡكَ وَضَآٮِٕقٌ ۢ بِهٖ صَدۡرُكَ اَنۡ يَّقُوۡلُوۡا لَوۡلَاۤ اُنۡزِلَ عَلَيۡهِ كَنۡزٌ اَوۡ جَآءَ مَعَهٗ مَلَكٌ‌ ؕ اِنَّمَاۤ اَنۡتَ نَذِيۡرٌ‌ ؕ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ وَّكِيۡلٌ ؕ‏ ﴿۱۲﴾  

12. Maka boleh jadi kamu hendak meninggalkan sebahagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan sempit karenanya dadamu, karena khawatir bahwa mereka akan mengatakan: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (kekayaan) atau datang bersama-sama dengan dia seorang malaikat?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah Pemelihara segala sesuatu.

fala'allaka taarikun ba'dha maa yuuhaa ilayka wadaa-iqun bihi shadruka an yaquuluu lawlaa unzila 'alayhi kanzun aw jaa-a ma'ahu malakun innamaa anta nadziirun waallaahu 'alaa kulli syay-in wakiilun

Huud / Makiah (11:13) / Juz: 12
اَمۡ يَقُوۡلُوۡنَ افۡتَـرٰٮهُ‌ ؕ قُلۡ فَاۡتُوۡا بِعَشۡرِ سُوَرٍ مِّثۡلِهٖ مُفۡتَرَيٰتٍ وَّ ادۡعُوۡا مَنِ اسۡتَطَعۡتُمۡ مِّنۡ دُوۡنِ اللّٰهِ اِنۡ كُنۡتُمۡ صٰدِقِيۡنَ‏ ﴿۱۳﴾  

13. Bahkan mereka mengatakan: "Muhammad telah membuat-buat Al-Qur'an itu", Katakanlah: "(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar".

am yaquuluuna iftaraahu qul fa/tuu bi'asyri suwarin mitslihi muftarayaatin waud'uu mani istatha'tum min duuni allaahi in kuntum shaadiqiina

Huud / Makiah (11:14) / Juz: 12
فَاِلَّمۡ يَسۡتَجِيۡبُوۡا لَـكُمۡ فَاعۡلَمُوۡۤا اَنَّمَاۤ اُنۡزِلَ بِعِلۡمِ اللّٰهِ وَاَنۡ لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ‌ۚ فَهَلۡ اَنۡتُمۡ مُّسۡلِمُوۡنَ‏ ﴿۱۴﴾  

14. Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka ketahuilah, sesungguhnya Al-Qur'an itu diturunkan dengan ilmu [713] Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)? [713] Yakni: Allah saja yang dapat membuat Al-Qur'an itu.

fa-illam yastajiibuu lakum fai'lamuu annamaa unzila bi'ilmi allaahi wa-an laa ilaaha illaa huwa fahal antum muslimuuna

Huud / Makiah (11:15) / Juz: 12
مَنۡ كَانَ يُرِيۡدُ الۡحَيٰوةَ الدُّنۡيَا وَ زِيۡنَتَهَا نُوَفِّ اِلَيۡهِمۡ اَعۡمَالَهُمۡ فِيۡهَا وَهُمۡ فِيۡهَا لَا يُبۡخَسُوۡنَ‏ ﴿۱۵﴾  

15. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.

man kaana yuriidu alhayaata alddunyaa waziinatahaa nuwaffi ilayhim a'maalahum fiihaa wahum fiihaa laa yubkhasuuna

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Doni Maulana
Alquran-Indonesia.com
Situs Alquran online Indonesia

Juz Dalam Quran

TOP 10 Peserta Khatam Quran online 2017
Situs rekomendasi lain 2 sites
Nama Manfaat
House of Quran Situs ini sangat bermanfaat untuk pemula yang ingin belajar mengaji secara online,dilengkapi dengan tuntunan suara ayat demi ayat
Quran terjemah Situs ini sangat bermanfaat bagi yang ingin memperdalam ilmu tajwid
Database sql Kumpulan database sql alquran dunia

Do you want to logout?