Alquran Online

Alquran-Indonesia.com

Quran Online terjemahan perkata,tajwid,latin dan asbabun nuzul
  • Jumlah Surat

    114

  • Jumlah Ayat

    6236

At-Taubah / Madinah (9:93) / Juz: 11
اِنَّمَا السَّبِيۡلُ عَلَى الَّذِيۡنَ يَسۡتَاْذِنُوۡنَكَ وَهُمۡ اَغۡنِيَآءُ‌ۚ رَضُوۡا بِاَنۡ يَّكُوۡنُوۡا مَعَ الۡخَـوَالِفِۙ وَطَبَعَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوۡبِهِمۡ فَهُمۡ لَا يَعۡلَمُوۡنَ‏ ﴿۹۳﴾  

93. Sesungguhnya jalan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu, padahal mereka itu orang-orang kaya. Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci mati hati mereka, maka mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka).

innamaa alssabiilu 'alaa alladziina yasta/dzinuunaka wahum aghniyaau radhuu bi-an yakuunuu ma'a alkhawaalifi wathaba'a allaahu 'alaa quluubihim fahum laa ya'lamuuna

At-Taubah / Madinah (9:94) / Juz: 11
يَعۡتَذِرُوۡنَ اِلَيۡكُمۡ اِذَا رَجَعۡتُمۡ اِلَيۡهِمۡ‌ ؕ قُلْ لَّا تَعۡتَذِرُوۡا لَنۡ نُّـؤۡمِنَ لَـكُمۡ قَدۡ نَـبَّاَنَا اللّٰهُ مِنۡ اَخۡبَارِكُمۡ‌ ؕ وَ سَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَـكُمۡ وَرَسُوۡلُهٗ ثُمَّ تُرَدُّوۡنَ اِلٰى عٰلِمِ الۡغَيۡبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمۡ بِمَا كُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ‏ ﴿۹۴﴾  

94. Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan 'uzurnya kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka (dari medan perang). Katakanlah: "Janganlah kamu mengemukakan 'uzur; kami tidak percaya lagi kepadamu, (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya. Dan Allah serta Rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

ya'tadziruuna ilaykum idzaa raja'tum ilayhim qul laa ta'tadziruu lan nu/mina lakum qad nabba-anaa allaahu min akhbaarikum wasayaraa allaahu 'amalakum warasuuluhu tsumma turadduuna ilaa 'aalimi alghaybi waalsysyahaadati fayunabbi-ukum bimaa kuntum ta'maluuna

At-Taubah / Madinah (9:95) / Juz: 11
سَيَحۡلِفُوۡنَ بِاللّٰهِ لَـكُمۡ اِذَا انْقَلَبۡتُمۡ اِلَيۡهِمۡ لِتُعۡرِضُوۡا عَنۡهُمۡ‌ؕ فَاَعۡرِضُوۡا عَنۡهُمۡ‌ؕ اِنَّهُمۡ رِجۡسٌ‌ وَّمَاۡوٰٮهُمۡ جَهَـنَّمُ‌ۚ جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوۡا يَكۡسِبُوۡنَ‏ ﴿۹۵﴾  

95. Kelak mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, apabila kamu kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka [655]. Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu adalah najis dan tempat mereka jahannam; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. [655] Maksudnya: tidak mencela mereka.

sayahlifuuna biallaahi lakum idzaa inqalabtum ilayhim litu'ridhuu 'anhum fa-a'ridhuu 'anhum innahum rijsun wama/waahum jahannamu jazaa-an bimaa kaanuu yaksibuuna

At-Taubah / Madinah (9:96) / Juz: 11
يَحۡلِفُوۡنَ لَـكُمۡ لِتَرۡضَوۡا عَنۡهُمۡ‌ۚ فَاِنۡ تَرۡضَوۡا عَنۡهُمۡ فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يَرۡضٰى عَنِ الۡقَوۡمِ الۡفٰسِقِيۡنَ‏ ﴿۹۶﴾  

96. Mereka akan bersumpah kepadamu, agar kamu ridha kepada mereka. Tetapi jika sekiranya kamu ridha kepada mereka, sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu.

yahlifuuna lakum litardhaw 'anhum fa-in tardhaw 'anhum fa-inna allaaha laa yardaa 'ani alqawmi alfaasiqiina

At-Taubah / Madinah (9:97) / Juz: 11
اَلۡاَعۡرَابُ اَشَدُّ كُفۡرًا وَّ نِفَاقًا وَّاَجۡدَرُ اَلَّا يَعۡلَمُوۡا حُدُوۡدَ مَاۤ اَنۡزَلَ اللّٰهُ عَلٰى رَسُوۡلِهٖ‌ؕ وَاللّٰهُ عَلِيۡمٌ حَكِيۡمٌ‏ ﴿۹۷﴾  

97. Orang-orang Arab Badwi itu [656], lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya, dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. [656] orang-orang Badwi ialah orang-orang Arab yang berdiam di padang pasir yang hidupnya selalu berpindah-pindah.

al-a'raabu asyaddu kufran wanifaaqan wa-ajdaru allaa ya'lamuu huduuda maa anzala allaahu 'alaa rasuulihi waallaahu 'aliimun hakiimun

At-Taubah / Madinah (9:98) / Juz: 11
وَمِنَ الۡاَعۡرَابِ مَنۡ يَّتَّخِذُ مَا يُنۡفِقُ مَغۡرَمًا وَّيَتَرَبَّصُ بِكُمُ الدَّوَآٮِٕرَ‌ؕ عَلَيۡهِمۡ دَآٮِٕرَةُ السَّوۡءِ‌ؕ وَاللّٰهُ سَمِيۡعٌ عَلِيۡمٌ‏ ﴿۹۸﴾  

98. Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah), sebagi suatu kerugian, dan dia menanti-nanti marabahaya menimpamu, merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

wamina al-a'raabi man yattakhidzu maa yunfiqu maghraman wayatarabbashu bikumu alddawaa-ira 'alayhim daa-iratu alssaw-i waallaahu samii'un 'aliimun

At-Taubah / Madinah (9:99) / Juz: 11
وَمِنَ الۡاَعۡرَابِ مَنۡ يُّؤۡمِنُ بِاللّٰهِ وَالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِ وَيَتَّخِذُ مَا يُنۡفِقُ قُرُبٰتٍ عِنۡدَ اللّٰهِ وَصَلَوٰتِ الرَّسُوۡلِ‌ؕ اَلَاۤ اِنَّهَا قُرۡبَةٌ لَّهُمۡ‌ؕ سَيُدۡخِلُهُمُ اللّٰهُ فِىۡ رَحۡمَتِهٖ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوۡرٌ رَّحِيۡمٌ‏ ﴿۹۹﴾  

99. Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan untuk mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh do'a Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukan mereka kedalam rahmat (surga)Nya; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

wamina al-a'raabi man yu/minu biallaahi waalyawmi al-aakhiri wayattakhidzu maa yunfiqu qurubaatin 'inda allaahi washalawaati alrrasuuli alaa innahaa qurbatun lahum sayudkhiluhumu allaahu fii rahmatihi inna allaaha ghafuurun rahiimun

Ibnu Abu Hatim mengetengahkan pula hadis lainnya melalui Aufi dari Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan, bahwa pada suatu ketika Rasulullah saw. memerintahkan orang-orang untuk bersiap-siap berangkat ke medan perang bersamanya. Maka datanglah segolongan dari para sahabat yang di antara mereka terdapat Abdullah bin Ma`qal Al-Muzanniy. Lalu Abdullah bin Ma'qal Al-Muzanniy berkata, "Wahai Rasulullah! Bawalah kami berangkat." Rasulullah saw. menjawab, "Demi Allah, aku tidak mempunyai bekal yang cukup untuk membawa kalian." Maka mereka pergi dari hadapan Rasulullah saw. seraya menangis karena kecewa tidak dapat ikut berjihad; mereka tidak mempunyai biaya untuk itu dan tidak pula mempunyai kendaraan. Maka tidak lama kemudian Allah swt. menurunkan firman-Nya, "Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu supaya kamu memberi mereka kendaraan..." (Q.S. At-Taubah 92) Nama-nama mereka itu telah disebutkan di dalam kitab Al-Mubhamat. Dan firman-Nya yang lain, yaitu, "Dan di antara orang-orang Arab badui itu ada orang yang beriman kepada Allah..." (Q.S. At-Taubah 99). Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Mujahid yang telah mengatakan, bahwa ayat di atas diturunkan berkenaan dengan orang-orang dari Bani Muqarrin, yang diturunkan pula pada mereka ayat lainnya berkenaan dengan peristiwa yang menimpa mereka, yaitu firman-Nya, "Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu supaya kamu memberi mereka kendaraan..." (Q.S. At-Taubah 92). Abdurrahman bin Ma'qal Al-Muzanniy mengetengahkan pula sebuah hadis yang berkenaan dengan peristiwa ini. Ia menceritakan, "Pada saat itu jumlah kami ada sepuluh orang, semuanya dari anak-anak Bani Muqarrin", kemudian turun pula ayat di atas berkenaan dengan diri kami.

At-Taubah / Madinah (9:100) / Juz: 11
وَالسّٰبِقُوۡنَ الۡاَوَّلُوۡنَ مِنَ الۡمُهٰجِرِيۡنَ وَالۡاَنۡصَارِ وَالَّذِيۡنَ اتَّبَعُوۡهُمۡ بِاِحۡسَانٍ ۙ رَّضِىَ اللّٰهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُوۡا عَنۡهُ وَاَعَدَّ لَهُمۡ جَنّٰتٍ تَجۡرِىۡ تَحۡتَهَا الۡاَنۡهٰرُ خٰلِدِيۡنَ فِيۡهَاۤ اَبَدًا‌ ؕ ذٰ لِكَ الۡـفَوۡزُ الۡعَظِيۡمُ‏ ﴿۱۰۰﴾  

100. Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.

waalssaabiquuna al-awwaluuna mina almuhaajiriina waal-anshaari waalladziina ittaba'uuhum bi-ihsaanin radhiya allaahu 'anhum waradhuu 'anhu wa-a'adda lahum jannaatin tajrii tahtahaa al-anhaaru khaalidiina fiihaa abadan dzaalika alfawzu al'azhiimu

At-Taubah / Madinah (9:101) / Juz: 11
وَمِمَّنۡ حَوۡلَــكُمۡ مِّنَ الۡاَعۡرَابِ مُنٰفِقُوۡنَ‌‌ ۛؕ وَمِنۡ اَهۡلِ الۡمَدِيۡنَةِ‌ ‌ ‌ؔۛمَرَدُوۡا عَلَى النِّفَاقِلَا تَعۡلَمُهُمۡ ‌ؕ نَحۡنُ نَـعۡلَمُهُمۡ‌ ؕ سَنُعَذِّبُهُمۡ مَّرَّتَيۡنِ ثُمَّ يُرَدُّوۡنَ اِلٰى عَذَابٍ عَظِيۡمٍ‌ ۚ‏ ﴿۱۰۱﴾  

101. Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu [657] itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar. [657] Maksudnya: orang-orang Badwi yang berdiam di sekitar Madinah.

wamimman hawlakum mina al-a'raabi munaafiquuna wamin ahli almadiinati maraduu 'alaa alnnifaaqi laa ta'lamuhum nahnu na'lamuhum sanu'adzdzibuhum marratayni tsumma yuradduuna ilaa 'adzaabin 'azhiimin

At-Taubah / Madinah (9:102) / Juz: 11
وَاٰخَرُوۡنَ اعۡتَرَفُوۡا بِذُنُوۡبِهِمۡ خَلَطُوۡا عَمَلًا صَالِحًـا وَّاٰخَرَ سَيِّئًا ؕ عَسَى اللّٰهُ اَنۡ يَّتُوۡبَ عَلَيۡهِمۡ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوۡرٌ رَّحِيۡمٌ‏ ﴿۱۰۲﴾  

102. Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampurbaurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

waaakharuuna i'tarafuu bidzunuubihim khalathuu 'amalan shaalihan waaakhara sayyi-an 'asaa allaahu an yatuuba 'alayhim inna allaaha ghafuurun rahiimun

Ibnu Murdawaih dan Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Aufi dari Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan, bahwa sewaktu Rasulullah saw. berangkat ke medan perang, Abu Lubabah bersama lima orang temannya tidak ikut berangkat. Kemudian Abu Lubabah bersama dengan dua orang lainnya merenungkan perbuatan dan sikap yang telah dilakukannya itu, akhirnya mereka merasa menyesal dan merasa yakin bahwa diri mereka pasti akan binasa. Lalu mereka berkata, "Kami berada dalam naungan yang menyejukkan dan ketenangan yang menyenangkan bersama dengan istri-istri kami, sedangkan Rasulullah saw. beserta kaum Mukminin yang bersamanya sedang berjuang di medan jihad. Demi Allah, kami akan mengikatkan diri kami sendiri di tiang-tiang mesjid, dan kami bersumpah tidak akan melepaskannya melainkan jika Rasulullah saw. sendirilah yang melepaskannya." Mereka melakukan apa yang telah mereka putuskan itu; sedangkan tiga orang lainnya tidak mengikuti jejak yang dilakukan oleh Abu Lubabah dan kedua orang temannya itu mereka diam saja tinggal di rumahnya masing-masing. Sewaktu Rasulullah saw. kembali dari medan perang, beliau bertanya, "Siapakah mereka yang terikat di tiang-tiang mesjid?" Seorang lelaki menjawab, "Abu Lubabah dan teman-temannya, mereka tidak ikut ke medan perang. Mereka berjanji kepada Allah, bahwa mereka tidak akan melepaskan ikatannya melainkan jika engkau sendirilah yang melepaskannya." Lalu Rasulullah saw. bersabda, "Aku tidak akan melepaskan ikatan mereka sebelum aku diperintahkan untuk melepaskannya." Maka Allah swt. menurunkan firman-Nya, "Dan ada (pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka..." (Q.S. At-Taubah 102). Ketika ayat di atas diturunkan lalu Rasulullah saw. melepaskan ikatan mereka dan mau menerima uzur mereka; sedangkan tiga orang lainnya yang tidak mengikatkan diri mereka, tidak disebut-sebut dalam ayat tadi mengenai tobat mereka. Ketiga orang tersebut adalah mereka yang disebutkan di dalam firman-Nya, "Dan (ada pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah..." (Q.S. At-Taubah 106). Maka orang-orang mengatakan, "Mereka pasti binasa bila tidak diturunkan firman Allah yang menjelaskan diterimanya uzur mereka." Sedangkan orang-orang lainnya mengatakan, "Barangkali Allah akan memberikan ampunan-Nya kepada mereka," sehingga pada akhirnya turunlah firman-Nya, "Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan tobat) mereka..." (Q.S. At-Taubah 118). Ibnu Jarir mengetengahkan hadis yang serupa yang ia kemukakan melalui jalur Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas r.a. Hanya saja di dalam hadisnya ditambahkan, bahwa Abu Lubabah dan teman-temannya setelah peristiwa pengampunan mereka datang dengan membawa harta mereka masing-masing. Lalu mereka berkata, "Wahai Rasulullah! Inilah harta benda kami, kamu sedekahkanlah ia sebagai kafarat bagi diri kami dan kami minta supaya engkau memohonkan ampunan buat kami." Maka Rasulullah saw. menjawab, "Aku tidak diperintahkan untuk mengambil sedikit pun daripada harta kalian." Lalu Allah menurunkan firman-Nya, "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka..." (Q.S. At-Taubah 103) Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis yang sama secara menyendiri melalui Said bin Jubair, Dhahhak, Zaid bin Aslam dan lain-lainnya. Abd mengetengahkan sebuah hadis melalui Qatadah, bahwa ayat di atas diturunkan berkenaan dengan tujuh orang (yang tidak ikut berangkat ke medan perang); empat orang di antara mereka mengikatkan dirinya di tiang-tiang mesjid Nabawi, yaitu Abu Lubabah, Muradas, Aus bin Khadzdzam dan Tsa'labah bin Wadi'ah. Abu Syekh mengetengahkan sebuah hadis, demikian pula Ibnu Mandah di dalam Kitab Ash-Shahabahnya dengan melalui Tsauri dari A'masy dari Abu Sufyan dari Jabir yang menceritakan bahwa di antara orang-orang yang tidak ikut dengan Rasulullah saw. ke medan perang Tabuk ada enam orang, yaitu Abu Lubabah, Aus bin Khadzdzam, Tsa'labah bin Wadi'ah, Kaab bin Malik, Murarah bin Rabi' dan Hilal bin Umayyah. Kemudian Abu Lubabah, Aus dan Tsa'labah datang ke mesjid untuk mengikatkan diri mereka sendiri pada tiang-tiangnya dan mereka pun membawa serta pula harta benda mereka. Mereka berkata, "Wahai Rasulullah! Ambillah harta yang membuat kami tidak dapat berangkat bersamamu." Maka Rasulullah saw. menjawab, "Aku tidak akan melepaskan mereka hingga terjadi peperangan lagi (yang akan datang)." Maka pada saat itu juga turunlah firman-Nya, "Dan ada (pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka..." (Q.S. At-Taubah 102). Sanad hadis ini kuat. Ibnu Murdawaih mengetengahkan sebuah hadis dengan sanad yang di dalamnya terdapat Waqidiy, melalui Umu Salamah yang menceritakan, bahwa ayat yang menjelaskan diterimanya tobat Abu Lubabah turun di rumahku. Pada suatu waktu aku mendengar Rasulullah saw. tertawa, yaitu tepatnya di waktu sahur. Lalu aku bertanya, "Wahai Rasulullah! Apakah gerangan yang menyebabkan engkau tertawa?" Rasulullah saw. menjawab, "Abu Lubabah telah diampuni." Lalu aku berkata, "Apakah boleh aku memberitahukan hal tersebut?" Rasulullah saw. menjawab, "Jika kamu suka, silakan!" Kemudian aku berdiri di depan pintu kamarku, yang hal ini aku lakukan ketika ayat hijab belum diturunkan, lalu aku berkata, "Hai Abu Lubabah! Bergembiralah karena sesungguhnya Allah telah menerima tobatmu." Maka kala itu juga orang-orang beramai-ramai hendak melepaskan ikatannya, akan tetapi Abu Lubabah menolak, "Biarkanlah ia, sehingga Rasulullah saw. sendiri yang akan melepaskannya daripadaku." Ketika Rasulullah saw. keluar untuk menunaikan salat subuh, lalu beliau melepaskan ikatan Abu Lubabah, maka turunlah firman-Nya, "Dan ada (pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka..." (Q.S. At-Taubah 102).

1 2 3 4
Doni Maulana
Alquran-Indonesia.com
Situs Alquran online Indonesia

Juz Dalam Quran

TOP 10 Peserta Khatam Quran online 2017
Situs rekomendasi lain 2 sites
Nama Manfaat
House of Quran Situs ini sangat bermanfaat untuk pemula yang ingin belajar mengaji secara online,dilengkapi dengan tuntunan suara ayat demi ayat
Quran terjemah Situs ini sangat bermanfaat bagi yang ingin memperdalam ilmu tajwid
Database sql Kumpulan database sql alquran dunia

Do you want to logout?