Alquran Online

Alquran-Indonesia.com

Quran Online terjemahan perkata,tajwid,latin dan asbabun nuzul
  • Jumlah Surat

    114

  • Jumlah Ayat

    6236

Al-Baqarah / Madinah (2:95)

وَ لَنۡ يَّتَمَنَّوۡهُ اَبَدًاۢ بِمَا قَدَّمَتۡ اَيۡدِيۡهِمۡ‌ؕ وَاللّٰهُ عَلِيۡمٌۢ بِالظّٰلِمِيۡنَ‏ ﴿۹۵﴾  

95. Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri), dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya.

walan yatamannawhu abadan bimaa qaddamat aydiihim waallaahu 'aliimun bialzhzhaalimiina

Al-Baqarah / Madinah (2:96)

وَلَتَجِدَنَّهُمۡ اَحۡرَصَ النَّاسِ عَلٰى حَيٰوةٍ  ۛۚ وَ مِنَ الَّذِيۡنَ اَشۡرَكُوۡا‌‌  ۛۚ يَوَدُّ اَحَدُهُمۡ لَوۡ يُعَمَّرُ اَ لۡفَ سَنَةٍ ۚ وَمَا هُوَ بِمُزَحۡزِحِهٖ مِنَ الۡعَذَابِ اَنۡ يُّعَمَّرَ‌ؕ وَاللّٰهُ بَصِيۡرٌۢ بِمَا يَعۡمَلُوۡنَ ‏ ﴿۹۶﴾  

96. Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

walatajidannahum ahrasha alnnaasi 'alaa hayaatin wamina alladziina asyrakuu yawaddu ahaduhum law yu'ammaru alfa sanatin wamaa huwa bimuzahzihihi mina al'adzaabi an yu'ammara waallaahu bashiirun bimaa ya'maluuna

Al-Baqarah / Madinah (2:106)

مَا نَنۡسَخۡ مِنۡ اٰيَةٍ اَوۡ نُنۡسِهَا نَاۡتِ بِخَيۡرٍ مِّنۡهَآ اَوۡ مِثۡلِهَا ‌ؕ اَلَمۡ تَعۡلَمۡ اَنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرٌ‏ ﴿۱۰۶﴾  

106. Ayat mana saja [81] yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu? [81] Para mufassirin berlainan pendapat tentang arti "ayat", ada yang mengartikan ayat Al-Qur'an, dan ada yang mengartikan mu'jizat.

maa nansakh min aayatin aw nunsihaa na/ti bikhayrin minhaa aw mitslihaa alam ta'lam anna allaaha 'alaa kulli syay-in qadiirun

Diketengahkan pula oleh Ibnu Abu Hatim, dari jalur Ikrimah, dari Ibnu Abbas, katanya, "Adakalanya wahyu turun kepada Nabi saw. di waktu malam, lalu Nabi lupa di waktu siang. Maka Allah pun menurunkan, 'Apa saja ayat yang Kami hapuskan sampai akhir ayat.'" (Q.S. Al-Baqarah 106)

Al-Baqarah / Madinah (2:109)

وَدَّ کَثِيۡرٌ مِّنۡ اَهۡلِ الۡكِتٰبِ لَوۡ يَرُدُّوۡنَكُمۡ مِّنۡۢ بَعۡدِ اِيۡمَانِكُمۡ كُفَّارًا  ۖۚ حَسَدًا مِّنۡ عِنۡدِ اَنۡفُسِهِمۡ مِّنۡۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الۡحَـقُّ‌ ۚ فَاعۡفُوۡا وَاصۡفَحُوۡا حَتّٰى يَاۡتِىَ اللّٰهُ بِاَمۡرِهٖ ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى کُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرٌ‏ ﴿۱۰۹﴾  

109. Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya [82]. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [82] Maksudnya: keizinan memerangi dan mengusir orang Yahudi.

wadda katsiirun min ahli alkitaabi law yarudduunakum min ba'di iimaanikum kuffaaran hasadan min 'indi anfusihim min ba'di maa tabayyana lahumu alhaqqu fau'fuu waishfahuu hattaa ya/tiya allaahu bi-amrihi inna allaaha 'alaa kulli syay-in qadiirun

Huyay bin Akhthab dan Abu Yasir bin Akhthab adalah dua orang Yahudi yang paling dengki dan sakit hati kepada orang Arab, karena mereka diistimewakan Allah dengan Rasul-Nya. Kedua orang ini berusaha keras sekuat tenaga mereka untuk mengeluarkan manusia dari agama Islam, hingga Allah pun menurunkan tentang mereka, "Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan..." sampai akhir ayat. (Q.S. Al-Baqarah 109)

Al-Baqarah / Madinah (2:110)

وَاَقِيۡمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّکٰوةَ  ‌ؕ وَمَا تُقَدِّمُوۡا لِاَنۡفُسِكُمۡ مِّنۡ خَيۡرٍ تَجِدُوۡهُ عِنۡدَ اللّٰهِ ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ بَصِيۡرٌ‏ ﴿۱۱۰﴾  

110. Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.

wa-aqiimuu alshshalaata waaatuu alzzakaata wamaa tuqaddimuu li-anfusikum min khayrin tajiduuhu 'inda allaahi inna allaaha bimaa ta'maluuna bashiirun

Al-Baqarah / Madinah (2:115)

وَلِلّٰهِ الۡمَشۡرِقُ وَالۡمَغۡرِبُ‌ فَاَيۡنَمَا تُوَلُّوۡا فَثَمَّ وَجۡهُ اللّٰهِ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ وَاسِعٌ عَلِيۡمٌ‏ ﴿۱۱۵﴾  

115. Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah [83]. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. [83] 'Disitulah wajah Allah' maksudnya; kekuasaan Allah meliputi seluruh alam; sebab itu di mana saja manusia berada, Allah mengetahui perbuatannya, karena ia selalu berhadapan dengan Allah.

walillaahi almasyriqu waalmaghribu fa-aynamaa tuwalluu fatsamma wajhu allaahi inna allaaha waasi'un 'aliimun

Diketengahkan oleh Muslim, Tirmizi, dan Nasai dari Ibnu Umar, katanya, "Nabi saw. biasa salat sunah di atas kendaraannya ke mana saja ia menghadap, sewaktu beliau kembali dari Mekah ke Madinah. Kemudian Ibnu Umar membaca, 'Dan milik Allah lah timur dan barat,' seraya berkata, 'Mengenai hal itulah ayat ini diturunkan.'" Diketengahkan pula oleh Hakim, katanya, diturunkan ayat, "...maka ke mana saja kamu menghadap, di sanalah Zat Allah," (Q.S. Al-Baqarah 115) Anda dapat melakukan salat sunat di atas kendaraan Anda ke mana saja ia menghadap. Ia berkata, "Hadis ini sah menurut syarat Muslim." Inilah yang paling sah isnadnya mengenai ayat tersebut, bahkan dijadikan pegangan oleh suatu golongan. Tetapi padanya tidak ada ketegasan menyebutkan sebab, hanya dikatakannya bahwa ayat itu turun mengenai soal ini, dan hal itu telah kita bicarakan dulu. Di samping itu ada pula kita temui riwayat yang menyatakan asbabun nuzulnya secara tegas, misalnya yang diketengahkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim, dari jalur Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas, bahwa tatkala Rasulullah saw. hijrah ke Madinah, beliau diperintahkan Allah untuk menghadap ke Baitulmakdis hingga orang-orang Yahudi gembira. Beberapa belas bulan lamanya Nabi menghadap ke Baitulmakdis, walau sebenarnya ia lebih menyukai kiblat Nabi Ibrahim. Ia selalu memohon kepada Allah dan menengadahkan mukanya ke langit, maka Allah pun menurunkan, "Maka palingkanlah mukamu ke arahnya." (Q.S. Al-Baqarah 144). Orang-orang Yahudi menjadi bingung karenanya, kata mereka, "Apa sebabnya mereka berpaling dari kiblat mereka semula?" Maka Allah pun menurunkan "Katakanlah! 'Dan milik Allah-lah timur dan barat', dan firman-Nya, 'maka ke mana saja kamu berpaling, di sanalah Zat Allah.'" (Q.S. Al-Baqarah 115). Isnadnya kuat dan maknanya juga menunjangnya, maka ambillah sebagai pegangan! Mengenai ayat ini, ada lagi beberapa riwayat lain yang lemah, misalnya yang dikeluarkan oleh Tirmizi, Ibnu Majah dan Daruquthni, dari jalur Asy`ats As-Saman, dari Ashim bin Abdullah, dan Abdullah bin Amir bin Rabiah dari bapaknya, katanya, "Kami berada bersama Nabi saw. dalam suatu perjalanan di malam yang gelap gulita, hingga kami tidak mengetahui lagi arah kiblat. Maka kami melakukan salat di kendaraan masing-masing dan tatkala hari telah pagi, kami sampaikan hal itu kepada Nabi saw., maka turunlah, 'maka ke mana saja kamu berpaling, di sanalah Zat Allah.'" (Q.S. Al-Baqarah 115). Menurut Tirmizi hadis ini gharib atau langka, sedangkan Asy`ats lemah dalam meriwayatkan hadis. Diketengahkan oleh Daruquthni dan Ibnu Murdawaih, jalur Arzami, dari Atha', dari Jabir, katanya, "Rasulullah saw. mengirim pasukan yang aku ikut di dalamnya. Tiba-tiba datang gelap gulita hingga kami tidak tahu arah kiblat; sebagian sahabat mengatakan bahwa sepengetahuan mereka kiblat itu di sini yakni ke arah utara. Mereka pun salat dan membuat jajaran garis-garis. Tetapi sebagian lagi mengatakan bahwa kiblat itu ke arah selatan, hingga mereka pun salat dan membuat jajaran garis-garis pula. Tatkala hari pagi dan sang matahari menampakkan diri, ternyata bahwa garis-garis semalam tidak menghadap ke arah kiblat. Maka tatkala kami kembali dari perjalanan dan kami tanyakan hal itu kepada Nabi saw. Beliau diam, lalu Allah menurunkan, 'Dan milik Allahlah timur dan barat...' sampai akhir ayat." (Q.S. Al-Baqarah 115). Diketengahkan oleh Ibnu Murdawaih, dari jalur Al-Kalbiy, dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah saw. mengirim satu ekspedisi. Tiba-tiba mereka diselimuti kabut hingga tidak tahu arah kiblat, lalu melakukan salat. Kemudian setelah matahari terbit, ternyata mereka salat tidak menghadap arah kiblat. Tatkala mereka bertemu dengan Rasulullah, mereka sampaikan peristiwa itu, dan Allah lalu menurunkan ayat ini, "Dan milik Allah-lah timur dan barat..." sampai akhir ayat. (Q.S. Al-Baqarah 115). Diketengahkan pula oleh Ibnu Jarir, dari Qatadah, bahwa Nabi saw. bersabda, "Seorang saudara kamu telah meninggal dunia (maksudnya Najasyi,) maka salatkanlah dia!" Jawab mereka, "Apakah kita akan menyalatkan seseorang yang tidak beragama Islam?" Maka turunlah ayat, "Sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada orang yang beriman kepada Allah ..." sampai akhir ayat. (Q.S. Ali Imran 199). Kata mereka, "Tetapi salatnya ke arah kiblat." Maka Allah pun menurunkan, "Dan milik Allahlah timur dan barat ..." sampai akhir ayat. Riwayat ini amat gharib sekali, di samping ia mursal dan mu`dhal. Diketengahkan pula oleh Ibnu Jarir, dari Mujahid, katanya, "Tatkala turun ayat, 'Bermohonlah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan permohonanmu itu', (Q.S. Ghafir, 60) mereka bertanya, 'Ke arah mana?' Maka turunlah ayat, 'Ke mana saja kamu menghadap di sanalah Zat Allah!'" (Q.S. Al-Baqarah 115)

Al-Baqarah / Madinah (2:116)

وَقَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًا ۙ‌ سُبۡحٰنَهٗ ‌ؕ بَل لَّهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ‌ؕ كُلٌّ لَّهٗ قَانِتُوۡنَ‏ ﴿۱۱۶﴾  

116. Mereka (orang-orang kafir) berkata: "Allah mempunyai anak". Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya.

waqaaluu itakhadza allaahu waladan subhaanahu bal lahu maa fii alssamaawaati waal-ardhi kullun lahu qaanituuna

Al-Baqarah / Madinah (2:127)

 وَاِذۡ يَرۡفَعُ اِبۡرٰهٖمُ الۡقَوَاعِدَ مِنَ الۡبَيۡتِ وَاِسۡمٰعِيۡلُؕ رَبَّنَا تَقَبَّلۡ مِنَّا ‌ؕ اِنَّكَ اَنۡتَ السَّمِيۡعُ الۡعَلِيۡمُ‏ ﴿۱۲۷﴾  

127. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".

wa-idz yarfa'u ibraahiimu alqawaa'ida mina albayti wa-ismaa'iilu rabbanaa taqabbal minnaa innaka anta alssamii'u al'aliimu

Al-Baqarah / Madinah (2:128)

رَبَّنَا وَاجۡعَلۡنَا مُسۡلِمَيۡنِ لَـكَ وَ مِنۡ ذُرِّيَّتِنَآ اُمَّةً مُّسۡلِمَةً لَّكَ وَاَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبۡ عَلَيۡنَا ۚ اِنَّكَ اَنۡتَ التَّوَّابُ الرَّحِيۡمُ‏ ﴿۱۲۸﴾  

128. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

rabbanaa waij'alnaa muslimayni laka wamin dzurriyyatinaa ummatan muslimatan laka wa-arinaa manaasikanaa watub 'alaynaa innaka anta alttawwaabu alrrahiimu

Al-Baqarah / Madinah (2:129)

رَبَّنَا وَابۡعَثۡ فِيۡهِمۡ رَسُوۡلًا مِّنۡهُمۡ يَتۡلُوۡا عَلَيۡهِمۡ اٰيٰتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الۡكِتٰبَ وَالۡحِكۡمَةَ وَ يُزَكِّيۡهِمۡ‌ؕ اِنَّكَ اَنۡتَ الۡعَزِيۡزُ الۡحَكِيۡمُ‏ ﴿۱۲۹﴾  

129. Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al-Qur'an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. #Agama Nabi Ibrahim a.s.

rabbanaa waib'ats fiihim rasuulan minhum yatluu 'alayhim aayaatika wayu'allimuhumu alkitaaba waalhikmata wayuzakkiihim innaka anta al'aziizu alhakiimu

Doni Maulana
Alquran-Indonesia.com
Situs Alquran online Indonesia

Juz Dalam Quran

TOP 10 Peserta Khatam Quran online 2017
Situs rekomendasi lain 2 sites
Nama Manfaat
House of Quran Situs ini sangat bermanfaat untuk pemula yang ingin belajar mengaji secara online,dilengkapi dengan tuntunan suara ayat demi ayat
Quran terjemah Situs ini sangat bermanfaat bagi yang ingin memperdalam ilmu tajwid
Database sql Kumpulan database sql alquran dunia

Do you want to logout?