Alquran Online

Alquran-Indonesia.com

Quran Online terjemahan perkata,tajwid,latin dan asbabun nuzul
  • Jumlah Surat

    114

  • Jumlah Ayat

    6236

Al-Anbiyaa / Makiah (21:81)

وَلِسُلَيۡمٰنَ الرِّيۡحَ عَاصِفَةً تَجۡرِىۡ بِاَمۡرِهٖۤ اِلَى الۡاَرۡضِ الَّتِىۡ بٰرَكۡنَا فِيۡهَا‌ؕ وَكُنَّا بِكُلِّ شَىۡءٍ عٰلِمِيۡنَ‏ ﴿۸۱﴾  

81. Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.

walisulaymaana alrriiha 'aasifatan tajrii bi-amrihi ilaa al-ardhi allatii baaraknaa fiihaa wakunnaa bikulli syay-in 'aalimiina

Al-Anbiyaa / Makiah (21:83)

وَاَيُّوۡبَ اِذۡ نَادٰى رَبَّهٗۤ اَنِّىۡ مَسَّنِىَ الضُّرُّ وَاَنۡتَ اَرۡحَمُ الرّٰحِمِيۡنَ‌ ۖ‌ۚ‏ ﴿۸۳﴾  

83. dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang".

wa-ayyuuba idz naadaa rabbahu annii massaniya aldhdhurru wa-anta arhamu alrraahimiina

Al-Anbiyaa / Makiah (21:87)

وَ ذَا النُّوۡنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنۡ لَّنۡ نَّـقۡدِرَ عَلَيۡهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنۡ لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنۡتَ سُبۡحٰنَكَ ‌ۖ  اِنِّىۡ كُنۡتُ مِنَ الظّٰلِمِيۡنَ‌ ۖ ‌ۚ‏ ﴿۸۷﴾  

87. Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap [968]: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." [968]. Yang dimaksud dengan "keadaan yang sangat gelap" ialah didalam perut ikan, di dalam laut dan di malam bari.

wadzaa alnnuuni idz dzahaba mughaadiban fazhanna an lan naqdira 'alayhi fanaadaa fii alzhzhulumaati an laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu mina alzhzhaalimiina

Al-Anbiyaa / Makiah (21:112)

قٰلَ رَبِّ احۡكُمۡ بِالۡحَـقِّ‌ؕ وَرَبُّنَا الرَّحۡمٰنُ الۡمُسۡتَعَانُ عَلٰى مَا تَصِفُوۡنَ‏ ﴿۱۱۲﴾  

112. (Muhammad) berkata: "Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil [976]. Dan Tuhan kami ialah Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Yang dimohonkan pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu katakan". [976]. Yaitu antara kami dengan ahli Mekah.

qaala rabbi uhkum bialhaqqi warabbunaa alrrahmaanu almusta'aanu 'alaa maa tashifuuna

Al-Hajj / Madinah (22:6)

ذٰ لِكَ بِاَنَّ اللّٰهَ هُوَ الۡحَـقُّ وَاَنَّهٗ يُحۡىِ الۡمَوۡتٰى وَاَنَّهٗ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرٌ ۙ‏ ﴿۶﴾  

6. Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang haq [978] dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, [978]. Maksudnya: Allah-lah Tuhan Yang sebenarnya, Yang wajib disembah, Yang berkuasa dan sebagainya.

dzaalika bi-anna allaaha huwa alhaqqu wa-annahu yuhyii almawtaa wa-annahu 'alaa kulli syay-in qadiirun

Al-Hajj / Madinah (22:34)

وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلۡنَا مَنۡسَكًا لِّيَذۡكُرُوا اسۡمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمۡ مِّنۡۢ بَهِيۡمَةِ الۡاَنۡعَامِ ؕ فَاِلٰهُكُمۡ اِلٰـهٌ وَّاحِدٌ فَلَهٗۤ اَسۡلِمُوۡا‌ ؕ وَبَشِّرِ الۡمُخۡبِتِيۡنَ ۙ‏ ﴿۳۴﴾  

34. Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),

walikulli ummatin ja'alnaa mansakan liyadzkuruu isma allaahi 'alaa maa razaqahum min bahiimati al-an'aami fa-ilaahukum ilaahun waahidun falahu aslimuu wabasysyiri almukhbitiina

Al-Hajj / Madinah (22:39)

اُذِنَ لِلَّذِيۡنَ يُقٰتَلُوۡنَ بِاَنَّهُمۡ ظُلِمُوۡا‌ ؕ وَاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى نَـصۡرِهِمۡ لَـقَدِيۡرُ ۙ‏ ﴿۳۹﴾  

39. Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu,

udzina lilladziina yuqaataluuna bi-annahum zhulimuu wa-inna allaaha 'alaa nashrihim laqadiirun

Ibnu Abu Hatim, Ibnu Jarir dan Ibnu Munzir mengetengahkan hadis melalui satu jalur periwayatan dengan sanad yang sahih bersumber dari Said ibnu Jubair yang telah menceritakan bahwa Nabi saw. ketika di Mekah membacakan firman-Nya, "Demi bintang ketika terbenam." (Q.S. An Najm, 1). Ketika bacaan Nabi saw. sampai kepada firman-Nya, "Maka apakah patut kalian (hai orang-orang musyrik) menganggap Lata dan Uzza, serta Manat yang ketiganya (sebagai sesembahan kalian)." (Q.S. An Najm, 19-20). Kemudian setan meniupkan godaannya terhadap lisan Nabi saw. hirigga Nabi saw. mengatakan, "Bintang-bintang yang di langit tinggi itu, sungguh manfaatnya dapat diharapkan". Maka orang-orang musyrik mengatakan, "Tidak pernah ia menyebutkan tentang tuhan-tuhan kami dengan sebutan yang baik, sebelum hari ini". Maka Nabi saw. melakukan salat, maka mereka pun ikut meniru apa yang dilakukan oleh Nabi saw. Lalu turunlah ayat, "Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang Rasul pun dan tidak pula seorang Nabi..." (Q.S. Al Hajj, 52). Ibnu Bazzar dan Ibnu Murdawaih mengetengahkan hadis serupa dari riwayat yang lain melalui Said ibnu Jubair yang ia terima menurut dugaanku dari sahabat Ibnu Abbas r.a. Selanjutnya Bazzar mengatakan, bahwa hadis ini tidak diriwayatkan secara Muttashil melainkan hanya melalui sanad ini. Dan hadis ini menyendiri atau membeda dengan hadis-hadis lainnya karena adanya Umaiah ibnu Khalid yang berfungsi memuttashilkan hadis ini; dia orangnya berpredikat Tsiqah (dapat dipercaya) dan Masyhur (terkenal banyak hafal hadis). Hadis ini diketengahkan pula oleh Imam Bukhari melalui sahabat Ibnu Abbas r.a.dengan sanad yang di dalamnya terdapat Waqidi. Ibnu Murdawaih mengetengahkan pula hadis yang sama melalui Abu Saleh yang ia terima dari sahabat Ibnu Abbas r.a. Dan Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis yang sama melalui jalur Aufiy dari sahabat Ibnu Abbas r.a. Hadis ini dikemukakan pula oleh Ibnu Ishak di dalam kitab 'As Siirah' melalui Muhammad ibnu Kaab dan Musa ibnu Uqbah yang semuanya bersumber dari Ibnu Syihab. Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis ini melalui Muhammad ibnu Qais dan demikian pula Ibnu Abu Hatim yang bersumber dari Saddiy; semuanya bermakna sama. Dan semua hadis yang diketengahkan oleh mereka itu adakalanya berpredikat Dhaif atau Munqathi' selain hadis yang diketengahkan melalui Ibnu Jubair yang pertama tadi. Hafiz Ibnu Hajar mengatakan, "Banyaknya jalur periwayatan menunjukkan, bahwa kisah ini mempunyai sumber pokok, di samping itu ia mempunyai dua jalur yang sahih keduanya lagi berpredikat Mursal. Kedua-duanya diketengahkan oleh Ibnu Jarir; salah satu melalui jalur Zuhri melalui Abu Bakar ibnu Abdurrahman ibnu Harits ibnu Hisyam, sedangkan yang lain melalui jalur Daud ibnu Hindun yang bersumber dari Abu Aliyah. Dengan demikian berarti apa yang telah dikatakan oleh Ibnu Arabi dan Iyadh, bahwa riwayat-riwayat ini batil, tidak ada sumber pokoknya, tidak dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan atau pegangan.

Al-Hajj / Madinah (22:40)

اۨلَّذِيۡنَ اُخۡرِجُوۡا مِنۡ دِيَارِهِمۡ بِغَيۡرِ حَقٍّ اِلَّاۤ اَنۡ يَّقُوۡلُوۡا رَبُّنَا اللّٰهُ‌ ؕ وَلَوۡلَا دَ فۡعُ اللّٰهِ النَّاسَ بَعۡضَهُمۡ بِبَـعۡضٍ لَّهُدِّمَتۡ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَّصَلَوٰتٌ وَّمَسٰجِدُ يُذۡكَرُ فِيۡهَا اسۡمُ اللّٰهِ كَثِيۡرًا‌ ؕ وَلَيَنۡصُرَنَّ اللّٰهُ مَنۡ يَّنۡصُرُهٗ ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِىٌّ عَزِيۡزٌ‏ ﴿۴۰﴾  

40. (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa,

alladziina ukhrijuu min diyaarihim bighayri haqqin illaa an yaquuluu rabbunaa allaahu walawlaa daf'u allaahi alnnaasa ba'dhahum biba'dhin lahuddimat shawaami'u wabiya'un washalawaatun wamasaajidu yudzkaru fiihaa ismu allaahi katsiiran walayanshuranna allaahu man yanshuruhu inna allaaha laqawiyyun 'aziizun

Al-Hajj / Madinah (22:46)

اَفَلَمۡ يَسِيۡرُوۡا فِى الۡاَرۡضِ فَتَكُوۡنَ لَهُمۡ قُلُوۡبٌ يَّعۡقِلُوۡنَ بِهَاۤ اَوۡ اٰذَانٌ يَّسۡمَعُوۡنَ بِهَا‌ ۚ فَاِنَّهَا لَا تَعۡمَى الۡاَبۡصَارُ وَلٰـكِنۡ تَعۡمَى الۡـقُلُوۡبُ الَّتِىۡ فِى الصُّدُوۡرِ‏ ﴿۴۶﴾  

46. maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.

afalam yasiiruu fii al-ardhi fatakuuna lahum quluubun ya'qiluuna bihaa aw aatsaanun yasma'uuna bihaa fa-innahaa laa ta'maa al-abshaaru walaakin ta'maa alquluubu allatii fii alshshuduuri

Al-Hajj / Madinah (22:52)

وَمَاۤ اَرۡسَلۡنَا مِنۡ قَبۡلِكَ مِنۡ رَّسُوۡلٍ وَّلَا نَبِىٍّ اِلَّاۤ اِذَا تَمَنّٰٓى اَلۡقَى الشَّيۡطٰنُ فِىۡۤ اُمۡنِيَّتِهٖ ‌ۚ فَيَنۡسَخُ اللّٰهُ مَا يُلۡقِى الشَّيۡطٰنُ ثُمَّ يُحۡكِمُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ‌ ؕ وَاللّٰهُ عَلِيۡمٌ حَكِيۡمٌ ۙ‏ ﴿۵۲﴾  

52. Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,

wamaa arsalnaa min qablika min rasuulin walaa nabiyyin illaa idzaa tamannaa alqaa alsysyaythaanu fii umniyyatihi fayansakhu allaahu maa yulqii alsysyaythaanu tsumma yuhkimu allaahu aayaatihi waallaahu 'aliimun hakiimun

Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui Muqatil, bahwasanya ayat ini diturunkan berkenaan dengan suatu Sariyah (pasukan) yang dikirimkan Nabi saw., kemudian Sariyah ini bertemu dengan kaum musyrikin pada dua malam lagi masuk bulan Muharam. Kemudian sebagian orang-orang musyrik berkata kepada sebagian yang lainnya, "Mari kita perangi sahabat-sahabat Muhammad itu, karena sesungguhnya mereka mengharamkan peperangan pada bulan Muharam". Kemudian para sahabat yang tergabung di dalam Sariyah itu mengimbau dan mengingatkan kaum musyrikin dengan atas nama Allah, bahwa janganlah orang-orang musyrik memerangi diri mereka, karena mereka tidak diperbolehkan melakukan peperangan dalam bulan Suci (bulan haji). Akan tetapi kaum musyrikin membangkang tidak mau menurut, bahkan memerangi kaum Muslimin serta memulai serangan. Kaum Muslimin pun meladeni mereka, dan akhirnya kaum Muslimin menang atas mereka. Kemudian turunlah ayat ini, yaitu Al Hajj ayat 60.

Doni Maulana
Alquran-Indonesia.com
Situs Alquran online Indonesia

Juz Dalam Quran

TOP 10 Peserta Khatam Quran online 2017
Situs rekomendasi lain 2 sites
Nama Manfaat
House of Quran Situs ini sangat bermanfaat untuk pemula yang ingin belajar mengaji secara online,dilengkapi dengan tuntunan suara ayat demi ayat
Quran terjemah Situs ini sangat bermanfaat bagi yang ingin memperdalam ilmu tajwid
Database sql Kumpulan database sql alquran dunia

Do you want to logout?