Alquran Online

Alquran-Indonesia.com

Quran Online terjemahan perkata,tajwid,latin dan asbabun nuzul
  • Jumlah Surat

    114

  • Jumlah Ayat

    6236

An-Nuur / Madinah (24:54)

قُلۡ اَطِيۡعُوا اللّٰهَ وَاَطِيۡعُوا الرَّسُوۡلَ‌ۚ فَاِنۡ تَوَلَّوۡا فَاِنَّمَا عَلَيۡهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيۡكُمۡ مَّا حُمِّلۡتُمۡ‌ؕ وَاِنۡ تُطِيۡعُوۡهُ تَهۡتَدُوۡا‌ؕ وَمَا عَلَى الرَّسُوۡلِ اِلَّا الۡبَلٰغُ الۡمُبِيۡنُ‏ ﴿۵۴﴾  

54. Katakanlah: "Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu ta'at kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang".

qul athii'uu allaaha wa-athii'uu alrrasuula fa-in tawallaw fa-innamaa 'alayhi maa hummila wa'alaykum maa hummiltum wa-in tuthii'uuhu tahtaduu wamaa 'alaa alrrasuuli illaa albalaaghu almubiina

An-Nuur / Madinah (24:62)

اِنَّمَا الۡمُؤۡمِنُوۡنَ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا بِاللّٰهِ وَرَسُوۡلِهٖ وَاِذَا كَانُوۡا مَعَهٗ عَلٰٓى اَمۡرٍ جَامِعٍ لَّمۡ يَذۡهَبُوۡا حَتّٰى يَسۡتَاۡذِنُوۡهُ‌ ؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ يَسۡتَـاْذِنُوۡنَكَ اُولٰٓٮِٕكَ الَّذِيۡنَ يُؤۡمِنُوۡنَ بِاللّٰهِ وَرَسُوۡلِهٖ‌ ۚ فَاِذَا اسۡتَاْذَنُوۡكَ لِبَعۡضِ شَاۡنِهِمۡ فَاۡذَنۡ لِّمَنۡ شِئۡتَ مِنۡهُمۡ وَاسۡتَغۡفِرۡ لَهُمُ اللّٰهَ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوۡرٌ رَّحِيۡمٌ‏ ﴿۶۲﴾  

62. Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mu'min ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apabila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

innamaa almu/minuuna alladziina aamanuu biallaahi warasuulihi wa-idzaa kaanuu ma'ahu 'alaa amrin jaami'in lam yadzhabuu hattaa yasta/dzinuuhu inna alladziina yasta/dzinuunaka ulaa-ika alladziina yu/minuuna biallaahi warasuulihi fa-idzaa ista/dzanuuka liba'dhi sya/nihim fa/dzan liman syi/ta minhum waistaghfir lahumu allaaha inna allaaha ghafuurun rahiimun

Ibnu Ishak mengetengahkan sebuah hadis, demikian pula Imam Baihaqi di dalam kitab Dala'il-nya melalui Urwah dan Muhammad ibnu Kaab Al Qurazhiy serta lain-lainnya, mereka menceritakan, bahwa ketika orang-orang Quraisy menyerang Madinah dalam perang Ahzab, mereka berkemah di tempat terhimpunnya banjir, yaitu di Raumah, nama sebuah sumur di Madinah. Pemimpin mereka adalah Abu Sofyan, kemudian datang pula bantuan mereka dari kabilah Ghathafan yang berkemah di sebelah gunung Uhud. Berita tentang kedatangan mereka sampai kepada Rasulullah saw., maka Rasulullah saw. membuat galian di sekitar kota Madinah bersama-sama dengan kaum Muslimin lainnya dan Rasulullah saw. sendiri ikut serta bersama mereka menggali parit itu. Akan tetapi beberapa orang laki-laki dari kalangan kaum munafik, bekerja dengan malas dan mereka hanya mau mengerjakan pekerjaan yang ringan-ringan saja secara disengaja. Kemudian mereka secara diam-diam pergi meninggalkan pekerjaan itu menuju ke rumah masing-masing tanpa sepengetahuan dari Rasulullah saw. dan tanpa izinnya. Lain halnya dengan seorang Muslim jika ia mempunyai keperluan yang mendesak, yang harus ia kerjakan, ia mengemukakan hal itu kepada Rasulullah saw. dan meminta izin kepadanya untuk pergi menunaikan keperluan pribadinya, maka Rasulullah saw. memberi izin kepadanya. Apabila keperluannya telah selesai, ia kembali lagi kepada pekerjaan menggali parit itu. Kemudian Allah menurunkan firman-Nya, "Sesungguhnya yang sebenar-benar orang Mukmin itu ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apabila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam suatu urusan yang memerlukan pertemuan..." (Q.S. An Nuur, 62) sampai dengan firman-Nya, "Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (Q.S. An Nyr, 64). Firman Allah swt., "Janganlah kallan jadikan..." (Q.S. An Nur, 63). Abu Nuaim di dalam kitab Dala'il mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Dhshhak yang bersumber dari Ibnu Abbas r.a. Ibnu Abbas r.a. menceritakan, bahwa kaum Muslimin mengatakan, "Hai Muhammad! Hai Abul Qasim!", maka Allah menurunkan firman-Nya, "Janganlah kalian jadikan panggilan Rasul di antara kalian seperti panggilan sebagian kalian kepada sebagian yang lain." (Q.S. An Nur, 63). Setelah itu mereka memanggilnya, "Hai Nabi Allah! Hai Rasulullah!".

Al-Furqaan / Makiah (25:5)

وَقَالُوۡۤا اَسَاطِيۡرُ الۡاَوَّلِيۡنَ اكۡتَتَبَهَا فَهِىَ تُمۡلٰى عَلَيۡهِ بُكۡرَةً وَّاَصِيۡلًا‏ ﴿۵﴾  

5. Dan mereka berkata: "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang."

waqaaluu asaathiiru al-awwaliina iktatabahaa fahiya tumlaa 'alayhi bukratan wa-ashiilaan

Al-Furqaan / Makiah (25:7)

وَقَالُوۡا مَالِ هٰذَا الرَّسُوۡلِ يَاۡكُلُ الطَّعَامَ وَيَمۡشِىۡ فِى الۡاَسۡوَاقِ‌ ؕ لَوۡلَاۤ اُنۡزِلَ اِلَيۡهِ مَلَكٌ فَيَكُوۡنَ مَعَهٗ نَذِيۡرًا ۙ‏ ﴿۷﴾  

7. Dan mereka berkata: "Mengapa rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?,

waqaaluu maali haadzaa alrrasuuli ya/kulu alththha'aama wayamsyii fii al-aswaaqi lawlaa unzila ilayhi malakun fayakuuna ma'ahu nadziiraan

Al-Furqaan / Makiah (25:8)

اَوۡ يُلۡقٰٓى اِلَيۡهِ كَنۡزٌ اَوۡ تَكُوۡنُ لَهٗ جَنَّةٌ يَّاۡكُلُ مِنۡهَا‌ ؕ وَقَالَ الظّٰلِمُوۡنَ اِنۡ تَتَّبِعُوۡنَ اِلَّا رَجُلًا مَّسۡحُوۡرًا‏ ﴿۸﴾  

8. atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya perbendaharaan, atau (mengapa tidak) ada kebun baginya, yang dia dapat makan dari (hasil)nya?" Dan orang-orang yang zalim itu berkata: "Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir".

aw yulqaa ilayhi kanzun aw takuunu lahu jannatun ya/kulu minhaa waqaala alzhzhaalimuuna in tattabi'uuna illaa rajulan mashuuraan

Al-Furqaan / Makiah (25:19)

فَقَدۡ كَذَّبُوۡكُمۡ بِمَا تَقُوۡلُوۡنَۙ فَمَا تَسۡتَطِيۡعُوۡنَ صَرۡفًا وَّلَا نَـصۡرًا‌ۚ وَمَنۡ يَّظۡلِمۡ مِّنۡكُمۡ نُذِقۡهُ عَذَابًا كَبِيۡرًا‏ ﴿۱۹﴾  

19. maka sesungguhnya mereka (yang disembah itu) telah mendustakan kamu tentang apa yang kamu katakan maka kamu tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak (pula) menolong (dirimu), dan barang siapa di antara kamu yang berbuat zalim, niscaya Kami rasakan kepadanya azab yang besar.

faqad kadzdzabuukum bimaa taquuluuna famaa tastathii'uuna sharfan walaa nashran waman yazhlim minkum nudziqhu 'adzaaban kabiiraan

Al-Furqaan / Makiah (25:32)

وَقَالَ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا لَوۡلَا نُزِّلَ عَلَيۡهِ الۡـقُرۡاٰنُ جُمۡلَةً وَّاحِدَةً‌  ‌ۛۚ كَذٰلِكَ ‌ۛۚ لِنُثَبِّتَ بِهٖ فُـؤَادَكَ‌ وَرَتَّلۡنٰهُ تَرۡتِيۡلًا‏ ﴿۳۲﴾  

32. Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa Al-Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah [1067] supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar). [1067] Maksudnya: Al-Qur'an itu tidak diturunkan sekaligus, tetapi diturunkan secara berangsur-angsur agar dengan cara demikian hati nabi Muhammad s.a.w menjadi kuat dan tetap.

waqaala alladziina kafaruu lawlaa nuzzila 'alayhi alqur-aanu jumlatan waahidatan kadzaalika linutsabbita bihi fu-aadaka warattalnaahu tartiilaan

Asy-Syu'araa / Makiah (26:4)

اِنۡ نَّشَاۡ نُنَزِّلۡ عَلَيۡهِمۡ مِّنَ السَّمَآءِ اٰيَةً فَظَلَّتۡ اَعۡنَاقُهُمۡ لَهَا خٰضِعِيۡنَ‏ ﴿۴﴾  

4. Jika kami kehendaki niscaya Kami menurunkan kepada mereka mu'jizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tunduk kepadanya.

in nasya/ nunazzil 'alayhim mina alssamaa-i aayatan fazhallat a'naaquhum lahaa khaadi'iina

Asy-Syu'araa / Makiah (26:72)

قَالَ هَلۡ يَسۡمَعُوۡنَكُمۡ اِذۡ تَدۡعُوۡنَۙ‏ ﴿۷۲﴾  

72. Berkata Ibrahim: "Apakah berhala-berhala itu mendengar (do'a)mu sewaktu kamu berdo'a (kepadanya)?,

qaala hal yasma'uunakum idz tad'uuna

Asy-Syu'araa / Makiah (26:199)

فَقَرَاَهٗ عَلَيۡهِمۡ مَّا كَانُوۡا بِهٖ مُؤۡمِنِيۡنَؕ‏ ﴿۱۹۹﴾  

199. lalu ia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya.

faqara-ahu 'alayhim maa kaanuu bihi mu/miniina

Doni Maulana
Alquran-Indonesia.com
Situs Alquran online Indonesia

Juz Dalam Quran

TOP 10 Peserta Khatam Quran online 2017
Situs rekomendasi lain 2 sites
Nama Manfaat
House of Quran Situs ini sangat bermanfaat untuk pemula yang ingin belajar mengaji secara online,dilengkapi dengan tuntunan suara ayat demi ayat
Quran terjemah Situs ini sangat bermanfaat bagi yang ingin memperdalam ilmu tajwid
Database sql Kumpulan database sql alquran dunia

Do you want to logout?