Alquran Online

Alquran-Indonesia.com

Quran Online terjemahan perkata,tajwid,latin dan asbabun nuzul
  • Jumlah Surat

    114

  • Jumlah Ayat

    6236

Al-Baqarah / Madinah (2:97)

قُلۡ مَنۡ كَانَ عَدُوًّا لِّجِبۡرِيۡلَ فَاِنَّهٗ نَزَّلَهٗ عَلٰى قَلۡبِكَ بِاِذۡنِ اللّٰهِ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَهُدًى وَّبُشۡرٰى لِلۡمُؤۡمِنِيۡنَ‏ ﴿۹۷﴾  

97. Katakanlah: "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al-Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.

qul man kaana 'aduwwan lijibriila fa-innahu nazzalahu 'alaa qalbika bi-idzni allaahi mushaddiqan limaa bayna yadayhi wahudan wabusyraa lilmu/miniina

Diriwayatkan oleh Bukhari, dari Anas, katanya Abdullah bin Salam mendengar kedatangan Rasulullah saw. ketika ia sedang berada di kebunnya memetik buah. Lalu didatanginya Nabi saw. katanya, "Saya akan menanyakan kepada Anda tiga perkara yang hanya diketahui oleh seorang Nabi, yaitu: Apakah tanda yang pertama dari datangnya kiamat, apa makanan yang pertama bagi penghuni surga dan apa pula yang menyebabkan seorang anak itu mirip kepada bapak atau ibunya? Rasulullah saw. menjawab, 'Hal itu diberitakan kepada saya baru-baru ini oleh Jibril.' 'Oleh Jibril?' tanya Abdullah. 'Benar', jawab Nabi. Itulah dia musuh orang-orang Yahudi dan golongan malaikat!" Maka Nabi pun membacakan ayat ini, Katakanlah, "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itulah yang telah menurunkannya (Alquran) dalam hatimu." Berkata Syaikhul Islam, Ibnu Hajar dalam kitab Fat-hul Bari, "Pada lahirnya, konteks ayat menunjukkan bahwa Nabi saw. membaca ayat itu sebagai sanggahan terhadap orang-orang Yahudi dan ini tidak mesti bahwa turunnya adalah pada waktu tersebut. Katanya lagi, 'Inilah yang lebih kuat karena mengenai sebab turunnya ayat ini ada kisah yang sah selain dari kisah Abdullah bin Salam.'" Diketengahkan oleh Ahmad, Tirmizi dan Nasai dari jalur Bakr bin Syihab, dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas, katanya, "Orang-orang Yahudi datang kepada Rasulullah, kata mereka, 'Wahai Abu Qasim! Kami menanyakan kepada Anda lima perkara, sekiranya Anda dapat menjawabnya, yakinlah kami bahwa Anda seorang Nabi', maka disebutnyalah hadis tersebut, yang di antaranya ialah bahwa mereka menanyakan kepadanya tentang apa-apa yang diharamkan oleh Bani Israel terhadap diri mereka, tentang tanda kenabian, tentang petir dan bunyi gemuruhnya, mengenai siapa yang menyampaikan kepadanya berita dari langit, sampai-sampai mereka menanyakan, 'Ceritakanlah kepada kami siapa sahabat Anda!' Jawab Nabi saw., 'Jibril.' Kata mereka, 'Jibril? Itulah yang menyalakan peperangan dan pertempuran serta siksaan dan musuh kami. Seandainya Anda menyebutkan Mikail yang menurunkan rahmat, hujan, dan tumbuh-tumbuhan, maka tentulah akan lebih baik!' Maka turunlah ayat tersebut." Diketengahkan oleh Ishak bin Rahawaih dalam Musnadnya dan Ibnu Jarir dari jalur Sya`bi bahwa Umar biasa mendatangi orang-orang Yahudi lalu mereka memperdengarkan Taurat. Ia amat heran karena Taurat itu membenarkan isi Alquran. Katanya, "Kebetulan Nabi saw. lewat di depan mereka, maka kata saya, 'Atas nama Allah saya bertanya kepada kamu, tahukah kamu bahwa dia itu Rasulullah?' Jawab seorang alim di antara mereka, 'Memang, kami tahu bahwa ia Rasulullah.' Kata saya, 'Kenapa kamu tidak ikuti dia?' Jawab mereka, 'Pernah kami tanyakan kepadanya siapa yang menyampaikan kepadanya kenabiannya, maka disebutkannya Jibril, musuh kami disebabkan dialah yang menurunkan kekerasan, kekasaran, peperangan dan malapetaka.' Kata saya pula, 'Siapakah rasul-rasul kamu dari kalangan malaikat?' Jawab mereka, 'Mikail, yakni yang menurunkan hujan dan rahmat!' Tanya saya lagi, 'Bagaimana kedudukan keduanya di sisi Tuhannya?' Jawab mereka, 'Yang satu di sebelah kanan-Nya sedang yang satu lagi di samping kiri-Nya.' Kata saya, 'Tidak diperbolehkan Jibril memusuhi Mikail dan tidak boleh pula Mikail berbaikan dengan musuh Jibril dan sungguh saya bersaksi bahwa kedua malaikat dari Tuhannya bersikap damai kepada orang-orang yang berdamai kepadanya dan memaklumkan perang kepada orang-orang berperang kepadanya. Kemudian saya datang kepada Nabi saw dengan maksud untuk menyampaikan kepadanya hal tersebut. Ketika bertemu, tanyanya kepada saya, 'Maukah kamu saya sampaikan ayat-ayat yang baru saja diturunkan kepada saya?' Tentu, wahai Rasulullah', jawab saya. Maka dibacanya, 'Barang siapa yang menjadi musuh Jibril ..' sampai dengan '... maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.' (Q.S. Al-Baqarah 97-98). Lalu kataku, 'Wahai Rasulullah! Demi Allah, tidaklah aku bangkit meninggalkan orang-orang Yahudi hanyalah untuk mendapatkan Anda guna menyampaikan dialog antara aku dengan mereka. Kiranya aku dapati Allah telah mendahului saya.'" Isnadnya sampai kepada Sya`by adalah sah, hanya Sya`by ini tidak pernah bertemu dengan Umar. Riwayat ini dikeluarkan pula oleh Ibnu Abu Syaibah dan Ibnu Hatim, dari jalur yang lain yang bersumber dari Sya`by. Juga dikeluarkan oleh Ibnu Jarir dari jalur Sadiy dari Umar, begitu pula dari jalur Qatadah dan dari Umar dan kedua riwayat tersebut juga munqathi' (terputus). Diketengahkan oleh Ibnu Abu Hatim, dari jalur lain, dari Abdurrahman bin Abu Lailay bahwa seorang Yahudi menemui Umar bin Khathab, lalu katanya "Sesungguhnya Jibril yang disebutkan oleh sahabatmu itu adalah musuh kami." Maka jawab Umar, "Barang siapa yang menjadi musuh Allah, musuh malaikat-malaikat-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah menjadi musuhnya." Katanya, "Maka ayat ini turun mengikuti gaya bahasa Umar." Demikianlah jalur-jalur ini, sebagian menguatkan lainnya, bahkan Ibnu Jarir menyampaikan adanya ijmak bahwa demikian itulah yang menjadi Asbabun Nuzul.

An-Nisaa / Madinah (4:166)

لٰـكِنِ اللّٰهُ يَشۡهَدُ بِمَاۤ اَنۡزَلَ اِلَيۡكَ‌ اَنۡزَلَهٗ بِعِلۡمِهٖ‌ ۚ وَالۡمَلٰٓٮِٕكَةُ يَشۡهَدُوۡنَ‌ ؕ وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيۡدًا ؕ‏ ﴿۱۶۶﴾  

166. (Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi Allah mengakui Al-Qur'an yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah yang mengakuinya.

laakini allaahu yasyhadu bimaa anzala ilayka anzalahu bi'ilmihi waalmalaa-ikatu yasyhaduuna wakafaa biallaahi syahiidaan

Ibnu Ishak telah meriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu Abbas, bahwa segolongan orang-orang Yahudi datang berkunjung kepada Rasulullah saw., lalu Rasulullah saw. bersabda kepada mereka, "Sesungguhnya aku telah mengetahui bahwa kamu sekalian mengetahui aku adalah utusan Allah." Mereka menjawab, "Kami tidak mengetahui hal itu," kemudian Allah swt. menurunkan ayat, "Tetapi Allah mengakui Alquran yang diturunkan-Nya kepadamu..." (Q.S. An-Nisa 166).

Al-An'am / Makiah (6:91)

وَمَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدۡرِهٖۤ اِذۡ قَالُوۡا مَاۤ اَنۡزَلَ اللّٰهُ عَلٰى بَشَرٍ مِّنۡ شَىۡءٍ ؕ قُلۡ مَنۡ اَنۡزَلَ الۡـكِتٰبَ الَّذِىۡ جَآءَ بِهٖ مُوۡسٰى نُوۡرًا وَّ هُدًى لِّلنَّاسِ‌ تَجۡعَلُوۡنَهٗ قَرَاطِيۡسَ تُبۡدُوۡنَهَا وَتُخۡفُوۡنَ كَثِيۡرًا‌ ۚ وَعُلِّمۡتُمۡ مَّا لَمۡ تَعۡلَمُوۡۤا اَنۡتُمۡ وَلَاۤ اٰبَآؤُكُمۡ‌ؕ قُلِ اللّٰهُ‌ۙ ثُمَّ ذَرۡهُمۡ فِىۡ خَوۡضِهِمۡ يَلۡعَبُوۡنَ‏ ﴿۹۱﴾  

91. Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya, di kala mereka berkata: "Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia". Katakanlah: "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya) ?" Katakanlah: "Allah-lah (yang menurunkannya)", kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al-Qur'an kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya. [491] [491] Perkataan "biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya" adalah sebagai sindiran kepada mereka, seakan-akan mereka dipandang sebagai kanak-kanak yang belum berakal.

wamaa qadaruu allaaha haqqa qadrihi idz qaaluu maa anzala allaahu 'alaa basyarin min syay-in qul man anzala alkitaaba alladzii jaa-a bihi muusaa nuuran wahudan lilnnaasi taj'aluunahu qaraathiisa tubduunahaa watukhfuuna katsiiran wa'ullimtum maa lam ta'lamuu antum walaa aabaaukum quli allaahu tsumma dzarhum fii khawdhihim yal'abuuna

Ibnu Abu Hatim mengetengahkan melalui Sa'id bin Jubair yang mengatakan, bahwa ada seorang lelaki Yahudi yang dikenal dengan nama Malik bin Shaif, bersengketa dengan Nabi saw. Kemudian Nabi saw. berkata kepadanya, "Kuminta kepadamu demi yang menurunkan kitab Taurat kepada Musa, apakah engkau menemukan di dalam kitab Taurat, bahwasanya Allah swt. membenci pendeta yang gemuk? Sedangkan laki-laki itu adalah seorang pendeta Yahudi yang berbadan gemuk. Akhirnya si laki-laki Yahudi itu marah-marah, seraya berkata, 'Allah sama sekali tidak pernah menurunkan apa pun kepada manusia.' Lalu para sahabat berkata, 'Alangkah celakanya kamu ini, apakah Ia juga tidak menurunkan sesuatu (kitab) kepada Musa?' Kemudian Allah swt. menurunkan firman-Nya, 'Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya.'" (Q.S. Al-An'am 91). Hadis ini berkedudukan Mursal. Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis yang serupa melalui jalur Ikrimah, dan hadis lainnya telah disebutkan di dalam surah An-Nisa. Ibnu Jarir mengetengahkan melalui jalur Ibnu Abu Thalhah dan Ibnu Abbas yang mengatakan, "Orang-orang Yahudi pernah mengatakan, 'Demi Allah! Allah tidak pernah menurunkan suatu kitab pun dari langit...' lalu turunlah ayat di atas."

Yusuf / Makiah (12:2)

اِنَّاۤ اَنۡزَلۡنٰهُ قُرۡءٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُوۡنَ‏ ﴿۲﴾  

2. Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur'an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.

innaa anzalnaahu qur-aanan 'arabiyyan la'allakum ta'qiluuna

Al-Hijr / Makiah (15:21)

وَاِنۡ مِّنۡ شَىۡءٍ اِلَّا عِنۡدَنَا خَزَآٮِٕنُهٗ وَمَا نُنَزِّلُهٗۤ اِلَّا بِقَدَرٍ مَّعۡلُوۡمٍ‏ ﴿۲۱﴾  

21. Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya [795]; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu. [795]. Maksudnya segala sesuatu itu sumbernya dari Allah s.w.t.

wa-in min syay-in illaa 'indanaa khazaa-inuhu wamaa nunazziluhu illaa biqadarin ma'luumin

Al-Israa' / Makiah (17:59)

وَمَا مَنَعَنَاۤ اَنۡ نُّرۡسِلَ بِالۡاٰيٰتِ اِلَّاۤ اَنۡ كَذَّبَ بِهَا الۡاَوَّلُوۡنَ‌ؕ وَاٰتَيۡنَا ثَمُوۡدَ النَّاقَةَ مُبۡصِرَةً فَظَلَمُوۡا بِهَا‌ؕ وَمَا نُرۡسِلُ بِالۡاٰيٰتِ اِلَّا تَخۡوِيۡفًا‏ ﴿۵۹﴾  

59. Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu [858]. Dan telah Kami berikan kepada Tsamud unta betina itu (sebagai mu'jizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu. Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti. [858] Maksudnya: Allah menetapkan bahwa orang-orang yang mendustakan tanda-tanda kekuasaan-Nya seperti yang diberikan kepada Rasul-rasul-Nya yang dahulu, akan dimusnahkan. Orang-orang Quraisy meminta kepada Nabi Muhammad SAW supaya diturunkan pula kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Allah itu, tetapi Allah tidak akan menurunkannya kepada mereka, karena kalau tanda-tanda kekuasaan Allah itu diturunkan juga, pasti mereka akan mendustakannya, dan tentulah mereka akan dibinasakan pula seperti umat-umat yang dahulu, sedangkan Allah tidak hendak membinasakan kaum Quraisy.

wamaa mana'anaa an nursila bial-aayaati illaa an kadzdzaba bihaa al-awwaluuna waaataynaa tsamuuda alnnaaqata mubshiratan fazhalamuu bihaa wamaa nursilu bial-aayaati illaa takhwiifaan

Abu Ya`la mengetengahkan sebuah hadis melalui Ummu Hani bahwa ketika Nabi saw. melakukan isra, maka pagi harinya Nabi saw. menceritakannya kepada segolongan orang-orang Quraisy, akan tetapi mereka memperolok-olokkannya. Lalu mereka meminta bukti dari Nabi saw. yang membenarkan ceritanya itu. Maka Nabi saw. menggambarkan tentang Baitul Muqaddas kemudian beliau pun menceritakan pula tentang kafilah milik mereka. Maka pada saat itu juga Walid bin Mughirah berkata, "Ini adalah sihir." Allah segera menurunkan firman-Nya, yaitu, "Dan Kami tidak menjadikan rukyah yang Kami perlihatkan kepadamu melainkan sebagai ujian untuk manusia." (Q.S. Al-Isra 60). Ibnu Mundzir mengetengahkan pula hadis yang sama melalui Hasan. Ibnu Murdawaih mengetengahkan sebuah hadis melalui Husain bin Ali, bahwasanya Rasulullah saw. di suatu pagi kelihatan susah. Maka ada yang berkata kepadanya, "Apakah gerangan yang kamu pikirkan, karena sesungguhnya rukyah kamu itu adalah ujian bagi keimanan mereka." Maka Allah menurunkan firman-Nya, "Dan Kami tidak menjadikan rukyah yang telah Kami perlihatkan kepadamu melainkan sebagai ujian bagi manusia." (Q.S. Al-Isra 60). Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis yang sama melalui Sahal bin Sa'ad. Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui Amr bin Ash, melalui Ya'la bin Murrah, dan dari mursalnya Sa'id bin Musayyab, yaitu hadis yang sama hanya saja sanad-sanadnya dha'if. Ibnu Abu Hatim dan Imam Baihaqi di dalam kitab Al-Ba'atsnya, keduanya mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan, bahwa ketika Allah menyebutkan tentang pohon zaqqum untuk menakut-nakuti segolongan orang-orang Quraisy, maka Abu Jahal berkata, "Apakah kalian mengetahui pohon zaqqum ini yang dipakai oleh Muhammad untuk menakut-nakuti kalian?" Mereka `menjawab, "Tidak." Lalu Abu Jahal menjawab (dengan nada mencemoohkan), "Roti yang diberi kuah kemudian dicampur dengan keju, seandainya kami dapat memperolehnya, maka niscaya akan kami telan bulat-bulat." Maka Allah menurunkan firman Nya, "Dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk di dalam Alquran. Dan Kami menakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka." (Q.S. Al-Isra 60). Dan Allah menurunkan pula firman-Nya, yaitu, "Sesungguhnya pohon zaqqum itu makanan orang yang banyak berdosa." (Ad-Dukhan 43-44).

Al-Israa' / Makiah (17:106)

وَقُرۡاٰنًا فَرَقۡنٰهُ لِتَقۡرَاَهٗ عَلَى النَّاسِ عَلٰى مُكۡثٍ وَّنَزَّلۡنٰهُ تَنۡزِيۡلًا‏ ﴿۱۰۶﴾  

106. Dan Al-Qur'an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.

waqur-aanan faraqnaahu litaqra-ahu 'alaa alnnaasi 'alaa muktsin wanazzalnaahu tanziilaan

Yaa Siin / Makiah (36:28)

وَمَاۤ اَنۡزَلۡنَا عَلٰى قَوۡمِهٖ مِنۡۢ بَعۡدِهٖ مِنۡ جُنۡدٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَمَا كُـنَّا مُنۡزِلِيۡنَ‏ ﴿۲۸﴾  

28. Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.

wamaa anzalnaa 'alaa qawmihi min ba'dihi min jundin mina alssamaa-i wamaa kunnaa munziliina

Ad-Dukhaan / Makiah (44:3)

اِنَّاۤ اَنۡزَلۡنٰهُ فِىۡ لَيۡلَةٍ مُّبٰـرَكَةٍ‌ اِنَّا كُنَّا مُنۡذِرِيۡنَ‏ ﴿۳﴾  

3. sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi [1370] dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. [1370] Malam yang diberkahi ialah malam Al-Qur'an pertama kali diturunkan. Di Indonesia umumnya dianggap jatuh pada tanggal 17 Ramadhan.

innaa anzalnaahu fii laylatin mubaarakatin innaa kunnaa mundziriina

Al-Waaqi'ah / Makiah (56:69)

ءَاَنۡـتُمۡ اَنۡزَلۡـتُمُوۡهُ مِنَ الۡمُزۡنِ اَمۡ نَحۡنُ الۡمُنۡزِلُوۡنَ‏ ﴿۶۹﴾  

69. Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya?

a-antum anzaltumuuhu mina almuzni am nahnu almunziluuna

1 2
Doni Maulana
Alquran-Indonesia.com
Situs Alquran online Indonesia

Juz Dalam Quran

TOP 10 Peserta Khatam Quran online 2017
Situs rekomendasi lain 2 sites
Nama Manfaat
House of Quran Situs ini sangat bermanfaat untuk pemula yang ingin belajar mengaji secara online,dilengkapi dengan tuntunan suara ayat demi ayat
Quran terjemah Situs ini sangat bermanfaat bagi yang ingin memperdalam ilmu tajwid
Database sql Kumpulan database sql alquran dunia

Do you want to logout?